Mengaku Diancam Oknum Wartawan, Kepsek SMAN 4 Depok Ingin Tempuh Jalur Hukum

DEPOK l Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Depok protes keras terkait pemberitaan mengenai telah mengakomodir ratusan siswa titipan yang tidak lolos seleksi PPDB Tahun Ajaran 2020/2021, dan mengaku diancam oknum Wartawan, dirinya akan melaporkan ke Dewan Pers.

Ini penjelasan Dede Agus Via WA yang dikutip dari media Poros Nusantara:

Kepada Yth

Pemimpin Redaksi Media Massa

Di

Tempat

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, Kepala Sekolah SMAN 4 Depok, Dede Agus membantah telah di wawancarai dan dikonfirmasi oleh wartawan bernama Kisar Rajaguguk (KRG) dalam pemberitaan yang di media cetak Media Indonesia berjudul Usut PPDB Siswa Titipan di Depok pada 1 Agustus 2020.

Saya dan para Kepsek SMAN di Depok tidak pernah di wawancarai dan mengatakan akan siap dicopot dari jabatan.

Saya juga tidak pernah diwawancarai dan mengatakan telah mengakomodir ratusan siswa titipan yang tidak lolos seleksi PPDB Tahun Ajaran 2020/2021.

Saya juga protes keras dan telah merasa di ancam oleh wartawan KRG melalui pesan WA tertanggal 1 Agustus 2020 tertulis:

“Siang pak Dede, masih ada peluang selain 40 siswa titipan! Pak Dede sudah siap digusur!!”

“Hehehe kenapa dari kemarin ga ngaku, siap-siap lah dengan resiko. Jangan permainkan wartawan.”

Pesan ancaman dari pengirim no WA wartawan KRG tersebut telah saya simpan dan untuk bukti yang juga akan kami sampaikan ke Pemimpin Redaksi Media Indonesia.

Jadi saya akan gunakan hak jawab dan protes keras, apa yang ditulis wartawan Media Indonesia, KRG merupakan suatu berita kebohongan, fitnah dan adu domba yang telah mencemarkan nama baik saya dan para Kepsek SMAN di Kota Depok.

Untuk itu, saya dan seluruh Kepsek SMAN dan SMKN di Depok selain protes keras dan meminta hak jawab ke Pemimpin Redaksi Media Indonesia atas berita bohong, fitnah dan adu domba yang ditulis wartawan Media Imdonesia, KRG dan kami juga akan melaporkan KRG ke Dewan Pers dan menempuh jalur hukum.

Berdasarkan Kode Etik Jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor: 6/Peraturan-DP/V/2008 Tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik Sebagai Peraturan Dewan Pers bahwa dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional.

Wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme

Tidak diperkenankan seorang wartawan itu melakulan ancam-mengacam nara sumber, apalagi membuat berita tampa konfimasi, berita bohong, fitnah dan adu domba.

Saya merasa KRG telah membuat berita bohong, fitnah dan adu domba. Kok, wartawan seperti itu. Saya akan lapor ke media tempat wartawan tersebut bekerja. Saya tidak takut.

Saya tegaskan saya tidak pernah berkomentar tentang kata siap di copot dari jabatan. Saya tidak bertemu dengan siapapun dan wartawan. Saya kaget dengan pemberitaan tersebut yang membawa-bawa nama saya.

Saya juga tidak pernah menyuruh para orang tua murid agar sekolahkan anaknya ke sekolah terbuka. Saya mensosialisasilan SMAN 15 Depok di SMAN 4 Terbuka dan tidak ada orang tua. Jadi bohong itu.

Jadi yang saya tahu tentang pemberitaan, seorang wartawan itu harus mewawancarai narasumbernya bukan katanya atau kata orang lain.

Demikian, surat pembaca ini, kami buat sebagai hak protes dan hak jawab. Atas perhatian Pemimpin Redaksi Media Massa, kami ucapkan terima kasih. Depok, 2 Agustus 2020.

Dede Agus

Kepsek SMAN 4 Depok .

SuaraKotanews

Media Online dan Cetak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *